Berburu Laba dari Bisnis Busana Muslim

Sebagai negara yang diakui dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di Indoensia, sudah sewajarnya bila trend fashion hijab serta busana muslim terkini semakin berkembang dan semakin ramai dibidik segmen bisnisnya. Bukan tanpa alasan memang, mengingat peminat baju-baju muslim khususnya dari kaum perempuan yang begitu tinggi, tentunya menjadi saalah satu faktor penggerak ramainya bisnis busana muslim di tanah air.

Sebagai negara dengan dengan jumlah umat muslim terbanyak dunia, tentunya kita juga setuju untuk senantiasa mendukung menganai tata cara berpakaian sesuai dengan syariat Islam. Dan untuk mewujudkan dukungan ersebut, kita pun bisa turut ambil bagian dengan berburu laba lewat segmen usaha busana muslim ini. Bagaimana kiat-kiat untuk menjalankan bisnis baju muslim ini. Simak beberapa hal berikut ini.

1. Tak harus membuka toko besar. Sederhanakan pikiran Anda bila ingin memulai usaha busana muslim. Mungkin untuk membuka usaha jual beli baju muslim seperti ini, logikanya harus membuka toko di suatu lokasi dengan biaya sewa yang tinggi, dengan stok barang yang cukup, serta selalu up date trend-trend busana muslim, baik dari luar maupun dalam negeri sendiri, serta menyiapkan modal yang cukup banyak.

Namun, kembali lagi, sederhanakan pikiran Anda bila ingin membidik bisnis ini lewat jalan yang cukup simpel. Pada prinsip sistem dagang itu yang penting ada penjual, ada barang, dan ada pembeli. Ketiga faktor tersebut haruslah lengkap, agar terjadi suatu aktifitas transaksi. Nah.., dalam bisnis busana muslim, tentunya tiga faktor tersebut haruslah lengkap.

Namun untuk bisa terjadi ransaksi beli, tentunya kita harus berada di tengah-tengah konsumen. Tentunya ini tidak serumit yang dibayangkan. Pangsa pasar yang bisa kita bidik cukup banyak. Mulai dari rekan sendiri, saudara, orang sekitar rumah, orang sekitar komplek, hingga areal yang tak terbatas seperti dunia maya atau internet. Dalam konteks urusan marketing, sebenarnya cukup mengetahui siapa saja segmen pasar yang kita buru.

Apakah itu kalangan menengah ke atas, kalangan menengah ke bawah, anak-anak, dewasa atau segmen pasar yang lainnya. Penentuan segmen pasar tersebut tentunya akan berkaitan langsung dengan jenis barang yang dijual serta harga yang kita tawarkan ke pasar. Pasar bisa saja menolak barang yang kita jual, namun bisa terjadi pula menerima, bilamana harga serta mode yang disodorkan bisa sesuai dengan selera pasar yang dibidik.

2. Tahu mode, tahu selera pasar. Ini juga kunci penting bagi para pemain bisnis di bidang fashion khususnya busana muslim. Jangan memaksakan membeli model-model baju di grosir yang akan kita jual lagi, terlebih dengan menuruti selera pribadi. Pahami selera pasar, baik itu dari segi warna, motif, aksesoris dan lain-lain.

Untuk kompeten mengenai trend-trend mode fashion muslim terkini, sebenarnya tidak sulit. Cukup sering-sering lihat tayangan di TV, situs, dan majalah-majalah wanita. Ini tentunya guna menunjang kompetensi kita di bidang fashion muslim. Semoga cukup bermanfaat, bagi kita semua., amin.

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.